Bulan april ’09 kemarin, gua sempet bikin note tentang keselamatan penerbangan dilihat dari tempat duduknya, gua posting di facebook. Nah, kayaknya bisa nih, untuk tambah-tambah pengetahuan buat rekan yang notabene gak ada di friend-list facebook gua.
Ini nih, artikelnya. Selamat membaca.
Hehehe.. iseng-iseng gak ada kerjaan..
manfaatin bandwidth besarnya Swedia buat iseng-iseng juga studi literatur mengenai transportation safety.. yah.. gak ada hubungannya sama pelajaran Safety yang dapet rating jenderal bintang 5 disini.. tapi semoga bermanfaat laaah.. ^_~ … (nilai bukanlah ukuran sebuah ilmu, melainkan hanya atribut materialistis dari sistem edukasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan)
Kalo pernah naik air asia… rebutan tempat duduk, pada milih dimana?
Kalo pernah naik kelas bisnis or executive.. ditaruh duduknya dimana?
jawabannya sama.. semakin kedepan.. seolah-olah semakin kedepan itu semakin enak.. atau mau ikut-ikutan orang tua jaman dulu kalo pergi haji, minta naik pesawat duduknya didepan alasannya biar sampe Mekahnya duluan ?? hehehe.. udah ah, ngaco nih… kembali ke teknis..
Dari data yang didapat dari rangkuman kecelakaan pesawat di USA, penumpang yang duduk dekat ekor pesawat, punya peluang 40% lebih besar untuk menyelamatkan diri dari kecelakaan pesawat terbang, daripada yang duduk di depannya. Ini adalah kesimpulan dari Popular Mechanics study yang mengujii setiap kecelakaan pesawat terbang di USA sejak 1971.
Metode perhitungannya adalah dengan membagi section zona tempat duduk di pesawat menjadi empat zona, dimana dimiliki dari data okupansi pesawat dicocokkan dengan data korban jiwa, kemudian dihitung dengan kalkulasi statistik. Hasilnya adalah, Lebih aman duduk di belakang.
Di 11 dari 20 kecelakaan pesawat terbang, pola menunjukkan bahwa penumpang yang duduk dibelakang lebih punya kemungkinan untuk selamat, sementara 1 kecelakaan yang tidak berpengaruh terhadap posisi tempat duduk, 5 kecelakaan dimana penumpang yang duduk didepan tidak jatuh banyak korban, dan 3 lainnya tidak berpola (random), sehingga tidak bisa dianalisis.
Pada 7 dari 11 kecelakaan dimana peluang penumpang yang duduk dibelakang untuk menyelamatkan diri menjadi lebih tinggi tersebut, diketahui bahwa keuntungan dari penumpang apabila duduk dibelakang adalah dampak dari benturan yang minimal, sebagai contoh adalah pada peristiwa kecelakaan pesawat Air Florida 1982 di Washington DC. Kecelakaan Eastern Air 727 tahun 1972, diketahui bahwa dimana korban selamat semuanya adalah yang duduk di beberapa baris paling belakang, dan tahun 1978 saat DC-8 kehabisan bahan bakar di portland, 7 penumpang yang meninggal duduk di 4 baris terdepan.
pada 5 kecelakaan dimana disebutkan bahwa penumpang yang punya kemungkinan selamat lebih baik adalah duduk didepan, diambil dari contoh kecelakaan pesawat antara tahun 1988 sampai dengan 1992. Kecelakaan DC-10 di Sioux City, Iowa, 175 orang yang selamat duduk di section depan sayap. Hanya ada satu kecelakaan, dimana penumpang yang duduk di depan dapat selamat, yaitu pada kecelakaan US Air di runway La Guardia, pada 1989, dimana korban yang selamat duduk di baris 21 dan 25, pesawat Boeing 737-400.
Dihitung pula tingkat keselamatan untuk keempat zona tersebut, dimana 69% survival rate ada pada baris paling belakang, diikuti 56% pada area wing section depan dan belakang, dan 49% pada zona tempat duduk depan. dari perhitungan keseluruhan, zona tempat duduk depan, hanya punya survival rate 15%.
Jadi, walaupun para ahli bilang, dimana anda duduk itu tidak masalah, mungkin anda perlu mempertimbangkannya lagi..
Walaupun begitu, sebaik apapun kita menghindar, kita tidak dapat menghindar dari yang namanya takdir, dan saya doakan kepada rekan-rekan pembaca, semoga kita termasuk orang-orang yang diberi keselamatan.. Amin.
Sampai besok..
Rz. 2.26 AM, GMT+7